Jika sebuah meja dihancurkan, maka meja terebut musnah. Tapi materialnya tidak bisa musnah, melainkan berubah menjadi bentuk lain. Walaupun meja itu dibakar sekalipun, tersia abu dan sebagiannya menjadi asap. Artinya material tidak pernah musnah. Segala hal yang dihancurkan, hanya membuatnya menjadi serpihan-serpihan yang lebih kecil dan tidak pernah ada kasus yang menghilangkan material yang menjadi bahan dasarnya. Tidakkah ini membuktikan keabadian alam semesta?
Apa yang kamu sampaikan merujuk pada prinsip dasar dalam fisika yang dikenal sebagai Hukum Kekekalan Massa (atau Hukum Kekekalan Materi ), yang pertama kali dirumuskan oleh Antoine Lavoisier. Hukum ini menyatakan bahwa materi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan dalam reaksi kimia biasa, tetapi hanya bisa berubah bentuk. Misalnya, ketika meja dibakar, atom-atom penyusun kayu tidak musnah, mereka hanya diubah menjadi zat lain, seperti karbon dioksida (CO₂) dan air (H₂O), yang dilepaskan sebagai asap, serta abu yang tertinggal.
Namun, apa yang kamu ungkapkan belum sepenuhnya membuktikan "keabadian" alam semesta dalam pengertian yang lebih luas, karena ada beberapa aspek lain yang perlu dipertimbangkan, seperti:
Energi dan Materi: Menurut teori relativitas Einstein, materi dan energi bisa saling berubah satu sama lain (E=mc²). Ini menunjukkan bahwa meskipun materi bisa berubah menjadi energi, energi itu tetap ada dan tidak "menghilang". Energi yang dihasilkan saat sesuatu dihancurkan atau dibakar adalah contoh dari transformasi materi menjadi energi.
Hukum Termodinamika: Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa entropi (ketidakteraturan) dalam sistem tertutup selalu bertambah, yang menyebabkan energi dalam bentuk yang dapat dimanfaatkan semakin menurun seiring waktu. Jadi, meskipun materi dan energi tidak musnah, alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur atau kurang terstruktur, yang disebut sebagai "kematian panas" alam semesta.
Alam Semesta yang Dinamis: Teori Big Bang menunjukkan bahwa alam semesta kita memiliki awal yang spesifik, sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, dan sedang berkembang. Ada juga berbagai teori mengenai akhir alam semesta, seperti Big Crunch, Big Rip, atau kebekuan kosmik (Big Freeze). Meskipun materi dan energi tidak musnah, alam semesta dalam bentuknya yang kita kenal mungkin tidak akan bertahan selamanya.
Jadi, meskipun materi tidak dapat dimusnahkan dan hanya berubah bentuk, ini tidak serta merta membuktikan "keabadian" alam semesta, karena alam semesta bisa bertransformasi dan berkembang menuju bentuk-bentuk yang berbeda yang mungkin tidak mendukung kehidupan atau struktur yang kita kenal sekarang.