Yang Sebenarnya Untukmu

81x dibaca
Kau pikir aku bicara pada yang lain,

padahal tidak—setiap kata ini untukmu,
dalam diam, aku berbisik pada hatimu,
meski kau mungkin tak mendengar,
aku tetap berharap kau rasa.

Kau kira puisi ini untuk jiwa yang lain,
padahal tidak—setiap bait adalah cermin,
cermin dari perasaanku yang tertahan,
kupendam dalam kata, kutitipkan di udara,
namun takut, jika akhirnya kau tahu,
takut jika kau mengerti,
bahwa setiap rima ini berbicara tentangmu.

Aku tidak tahu apakah kau memahami,
atau mungkin engkau diam dalam tebakanku,
tapi yang kutahu, setiap kalimat yang kubentuk
adalah getar yang hanya jiwamu yang membangunkan.

Aku takut jika kau akhirnya mengerti,
takut jika pesanku akhirnya sampai,
karena di balik puisi ini tersembunyi rasa,
yang tak ingin kuungkap,
tapi juga tak mampu kutahan selamanya.