Aturan Dasar Deduksi Alami

217x dibaca

Deduksi alami adalah sistem logika yang menggunakan aturan inferensi untuk menurunkan kesimpulan dari premis secara sistematis. Aturan dasar dalam deduksi alami mencakup aturan introduksi dan aturan eliminasi untuk setiap operator logika. Berikut adalah beberapa aturan dasar dalam deduksi alami:

1. Konjungsi (∧)

  • Introduksi konjungsi (∧ Introduction): Jika kita telah membuktikan dua proposisi AA dan BB, kita dapat menyimpulkan ABA ∧ B.

    A,BABfrac{A, B}{A ∧ B}
  • Eliminasi konjungsi (∧ Elimination): Jika kita mengetahui ABA ∧ B, kita bisa mengekstrak salah satu bagian, baik AA atau BB.

    ABAatauABBfrac{A ∧ B}{A} quad ext{atau} quad frac{A ∧ B}{B}

2. Disjungsi (∨)

  • Introduksi disjungsi (∨ Introduction): Jika kita mengetahui bahwa AA benar, kita bisa menyimpulkan ABA ∨ B, tanpa perlu mengetahui apakah BB benar. Hal yang sama berlaku untuk BB.

    AABatauBABfrac{A}{A ∨ B} quad ext{atau} quad frac{B}{A ∨ B}
  • Eliminasi disjungsi (∨ Elimination): Jika kita mengetahui ABA ∨ B, dan kita bisa menunjukkan bahwa baik AA atau BB mengarah ke CC, maka kita dapat menyimpulkan CC.

    AB,AC,BCCfrac{A ∨ B, A ightarrow C, B ightarrow C}{C}

3. Implikasi (→)

  • Introduksi implikasi (→ Introduction) (atau aturan penarikan kesimpulan): Jika, dengan mengasumsikan AA, kita dapat membuktikan BB, maka kita bisa menyimpulkan ABA ightarrow B.

    [A]BABfrac{[A] vdash B}{A ightarrow B}

    (Asumsi AA ditunjukkan dalam kurung persegi untuk menandai bahwa ini adalah asumsi sementara yang dihapus ketika implikasi diperkenalkan)

  • Eliminasi implikasi (→ Elimination) (atau modus ponens): Jika kita mengetahui ABA ightarrow B dan AA, maka kita dapat menyimpulkan BB.

    AB,ABfrac{A ightarrow B, A}{B}

4. Negasi (¬)

  • Introduksi negasi (¬ Introduction) (atau reduksi ke absurdum): Jika asumsi AA mengarah pada kontradiksi, kita dapat menyimpulkan ¬A¬A (A salah).

    [A]¬Afrac{[A] vdash ot}{¬A}

    (Simbol ot menyatakan kontradiksi)

  • Eliminasi negasi (¬ Elimination): Jika kita mengetahui ¬¬A¬¬A (negasi ganda), maka kita bisa menyimpulkan AA.

    ¬¬AAfrac{¬¬A}{A}

5. Biimplikasi (↔)

  • Introduksi biimplikasi (↔ Introduction): Jika kita bisa membuktikan ABA ightarrow B dan BAB ightarrow A, maka kita bisa menyimpulkan ABA leftrightarrow B.

    AB,BAABfrac{A ightarrow B, B ightarrow A}{A leftrightarrow B}
  • Eliminasi biimplikasi (↔ Elimination): Jika kita tahu ABA leftrightarrow B, maka kita bisa mengekstrak ABA ightarrow B atau BAB ightarrow A.

    ABABatauABBAfrac{A leftrightarrow B}{A ightarrow B} quad ext{atau} quad frac{A leftrightarrow B}{B ightarrow A}

6. Eksfalso (Contradiction)

  • Eksfalso quodlibet (EFQ): Jika kita memiliki kontradiksi ot (kesalahan logis atau kontradiksi eksplisit), kita dapat menyimpulkan proposisi apa pun dari kontradiksi tersebut.

    Afrac{ot}{A}

Aturan-aturan ini adalah dasar dalam deduksi alami, dan mereka memungkinkan kita untuk menyusun dan menyimpulkan argumen logis dengan cara yang sistematis.

Simak juga bagaimana pemakaian Modus Ponens dalam Deduksi Alami dan Modus Tollens dalam Deduksi Alami.

Terdapat Tiga Belas Aturan Dasar Deduksi Alami yang perlu benar-benar kita pahami agar dapat melakukan validasi argumen dengan metode Deduksi Alami.