Kata filsafat berasal dari kata Yunani kuno, yaitu "philosophia" (φιλοσοφία), yang merupakan gabungan dari dua kata:
Jadi, secara harfiah, filsafat berarti "cinta akan kebijaksanaan" atau "cinta akan pengetahuan". Istilah ini mengacu pada upaya manusia untuk mencari pemahaman yang mendalam tentang diri mereka sendiri, dunia, dan prinsip-prinsip mendasar yang mengatur keberadaan dan realitas.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh filsuf Yunani Pythagoras (sekitar 570–495 SM). Pythagoras tidak mengklaim dirinya sebagai seorang sophos (bijaksana), melainkan sebagai seorang philosophos (pecinta kebijaksanaan). Ini menunjukkan bahwa filsafat adalah suatu pencarian atau perjalanan menuju kebijaksanaan, bukan klaim bahwa seseorang telah sepenuhnya memilikinya.
Filsafat awalnya berakar di Yunani Kuno, dan para filsuf pertama seperti Thales, Anaximander, dan Heraclitus mencoba menjelaskan fenomena alam dan dunia tanpa merujuk pada mitologi atau dewa-dewa. Mereka mencari prinsip-prinsip rasional dan logis yang mendasari alam semesta.
Filsafat Kuno: Pada masa Yunani Kuno, filsafat mencakup hampir semua aspek pengetahuan, termasuk matematika, sains, etika, politik, dan metafisika. Para filsuf seperti Plato dan Aristoteles mengembangkan disiplin ini dengan sistematis, dan karya mereka meliputi kajian tentang dunia fisik, moralitas, logika, hingga teori politik.
Filsafat Abad Pertengahan: Di Eropa, filsafat abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh agama, khususnya dalam konteks Kristen. Tokoh-tokoh seperti Thomas Aquinas mencoba menyelaraskan filsafat Yunani (khususnya Aristoteles) dengan teologi Kristen.
Filsafat Modern: Pada periode ini, filsafat mulai memisahkan diri dari sains dan menjadi lebih berfokus pada kajian tentang pikiran, epistemologi, dan eksistensi. René Descartes, seorang filsuf modern awal, dikenal karena pernyataannya "Cogito, ergo sum" (Saya berpikir, maka saya ada), yang menunjukkan fokus pada subjektivitas manusia.
Filsafat Kontemporer: Sejak abad ke-19 dan seterusnya, filsafat terus berkembang dan menjelajahi berbagai aliran pemikiran seperti eksistensialisme, fenomenologi, strukturalisme, dan postmodernisme. Filsafat semakin dipengaruhi oleh perkembangan sains, teknologi, dan perubahan sosial.
Filsafat berasal dari istilah Yunani "philosophia," yang berarti cinta akan kebijaksanaan. Pertama kali digunakan oleh Pythagoras, filsafat adalah upaya manusia untuk memahami hakikat realitas, pengetahuan, dan eksistensi. Dalam sejarahnya, filsafat berkembang dari kajian alam dan moral di Yunani Kuno hingga menjadi kajian yang lebih terfokus pada epistemologi, etika, dan metafisika di masa modern.
Sebelum mempelajari filsafat lebih jauh, ada baiknya kita mempelajari Manfaat Mempelajari Filsafat