Logika adalah
Hukum Berpikir Tepat.
Jika logika itu hukum berpikir tersebut, maka
ilmu logika adalah hukum yang mempelajari hukum tersebut. Namun seringkali logika didefinisikan langsung sebagai ilmu.
Logika adalah cabang ilmu yang mempelajari aturan dan prinsip berpikir yang benar, atau cara menalar secara sistematis untuk mencapai kesimpulan yang valid dari premis-premis tertentu. Dalam konteks logika, kita fokus pada struktur dan konsistensi argumen atau proses berpikir untuk memastikan bahwa kesimpulan yang diambil benar dan sah jika didasarkan pada premis yang diberikan.
Ada beberapa jenis logika yang sering dipelajari, di antaranya:
- Logika Formal: Mempelajari aturan-aturan baku dalam argumen dan bentuk-bentuk penalaran yang valid. Logika formal mencakup logika proposisional dan logika predikat, yang sering digunakan dalam matematika dan ilmu komputer.
- Logika Informal: Lebih berfokus pada argumen sehari-hari dan mengidentifikasi kekeliruan berpikir atau kesalahan dalam argumen. Ini mencakup bagaimana orang menilai kekuatan argumen dalam konteks nyata, seperti dalam debat atau diskusi.
- Logika Deduktif: Menarik kesimpulan dari premis-premis yang umum menuju kesimpulan yang khusus. Dalam deduksi, jika premisnya benar dan argumen disusun dengan benar, maka kesimpulannya pasti benar. Contoh: "Semua manusia fana. Socrates adalah manusia. Jadi, Socrates fana."
- Logika Induktif: Menarik kesimpulan dari contoh-contoh khusus untuk menghasilkan kesimpulan umum, meskipun kesimpulannya tidak selalu pasti benar. Contoh: "Matahari terbit di timur setiap hari, jadi matahari akan selalu terbit di timur."
- Logika Matematis dan Komputasional: Banyak digunakan dalam pemrograman dan kecerdasan buatan, logika ini membantu dalam merancang algoritma, memecahkan masalah, dan menyusun perintah yang harus diikuti komputer.
Secara umum, logika membantu kita berpikir secara rasional, menghindari kesalahan berpikir, dan membuat keputusan yang lebih baik.