tidak ada yang bisa dipikirkan oleh orang yang terus menerus berpikir, kecuali pikiran gitu sendiri". Siapakah filsuf yang pernah mengatakan hal serupa itu?
Kutipan yang Anda sebutkan memiliki kemiripan dengan pemikiran Arthur Schopenhauer, seorang filsuf Jerman abad ke-19 yang dikenal karena pemikirannya yang pesimistis dan kontemplatif. Schopenhauer berpendapat bahwa manusia sering terjebak dalam pikirannya sendiri, dan bahwa kesadaran yang terus-menerus terfokus pada pikiran justru dapat menjauhkan seseorang dari kehidupan yang nyata. Ia berpendapat bahwa berlebihan dalam memikirkan sesuatu dapat menjadi penghalang bagi ketenangan dan kebahagiaan.
Selain Schopenhauer, Søren Kierkegaard juga menyampaikan pemikiran serupa tentang refleksi yang berlebihan, yang menurutnya dapat menghambat tindakan dan kebahagiaan sejati. Kierkegaard menganggap bahwa "mereka yang terus berpikir" kadang kehilangan kesempatan untuk benar-benar "hidup," karena terus berada dalam lingkaran pikiran mereka sendiri.